Satu
Awal pagi hari pertama di bulan Oktober dengan juz pertama, surah Al Fatihah dan Al Baqarah saat di baca perlahan, diresapi maknanya, MasyaAllah sungguh Maha Baik Allah yang menurunkan Al Qur'an salah satunya sebagai Syifa, obat, MasyaAllah maha benar Allah atas segala firman-Nya.
ِوَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Al Isra : 82)
Obat atas apa?
Beberapa hari ini, ah tidak bahkan mungkin sekian lama berkawankan ujian sakit membuat diri mulai di terpa lelah yang amat. Bukan hanya lelah dikarenakan gejala sakit namun lelah yang berasal dari perasaan yang seolah tiba-tiba saja hadir; merasa tidak memberikan kontribusi yang baik terutama bagi ummat, merasa ini dan itu yang mulai negatif saja rasanya. Astaghfirullahal 'adziiim, takut itu hal yang manusiawi, bukan? Tapi nyatanya pada akhirnya bertambah besar saja rasa seperti itu hingga akhirnya seolah mendominasi hati, dan itu tidak baik.
Perubahan suasana hati mulai terlihat pasti, hingga kebingungan yang diciptakan sendiri mulai membebani hati. Tidak ada hal yang di rasa menyenangkan, hingga kemudian kembali diingatkan ayat ke-2 surah Al Baqarah, bahwa Al Qur'an adalah petunjuk. Petunjuk bagi siapa? Bagi orang-orang yang bertaqwa.
Yang seperti apa yang bertaqwa teh? Yang beriman kepada yang ghaib. Mendirikan shalat, menginfakkam sebagian rezeki yang Allah berikan, beriman kepada Al Qur'an dan Kitab-kitab sebelumnya, yakin akan akhirat.
Pengen atuh saya teh menjadi orang yang sesuai gambaran di atas, karena kata Allah teh ciri-ciri di atas adalah orang yang akan mendapat petunjuk dan orang-orang yang beruntung. Apa yang diharapkan selain menjadi orang yang beruntung sesuai yang Allah gambarkan? Yang Allah Ridhai..
Kembali ke perubahan suasana hati yang sering di rasa kok tiba-tiba saja dari biasa-biasa saja menjadi sedih, lelah dan semacamnya yang diakibatkan .. hmm persangkaan mah karena sakit yang nggak kelihatan sakit eh berkepanjangan, namun nyatanya pas mulai lagi baca Al Qur'an dengan Tartil dan setenang mungkin, masyaAllah hati langsung nyesss..
Balananjeur, 1 Oktober 2024
Komentar
Posting Komentar