Postingan

Dua

Ayat demi ayat ini berulang kami baca dan menjadi tema bahasan kami selama sekian tahun, setiap ba'da Maghrib di ruang tamu rumah. Iya, itu dulu saat anak-anak masih kecil dan berada di rumah . Semuanya bersemangat tanpa kecuali. Aa Quthb yang passionate sekali dengan tafsir Al Qur'an, Aa Umar yang menyukai surat Al Baqarah, Teteh Aufa yang mencintai Al Qur'an, dan de Olin yang senang di ajak tadabbur Al Qur'an. Semua kenangan itu melintas lekat, bukan sekilas namun terasa seolah baru saja terjadi tapi nyatanya ruang tamu kini sepi. Tak apa, itu sunnatullah kehidupan dan kami Ridha dengan ketentuan Allah. insyaAllah semua yang pernah berlaku akan menjadi bekal yang baik bagi anak-anak.. agar hati mereka tetap terpaut kepada Al Qur'an. Sejauh apapun mereka melangkah, Al Qur'an menjadi pedoman hidupnya, Ridha Allah yang dicari. Laa Haula Walaa quwwata illa Billah, sungguh Allah adalah sebaik-baik pelindung, semoga Allah melindungi mereka. Al Qur'an adalah petu...

Satu

Awal pagi hari pertama di bulan Oktober dengan juz pertama, surah Al Fatihah dan Al Baqarah saat di baca perlahan, diresapi maknanya, MasyaAllah sungguh Maha Baik Allah yang menurunkan Al Qur'an salah satunya sebagai Syifa, obat, MasyaAllah maha benar Allah atas segala firman-Nya.  ِوَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ  “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Al Isra : 82) Obat atas apa? Beberapa hari ini, ah tidak bahkan mungkin sekian lama berkawankan ujian sakit membuat diri mulai di terpa lelah yang amat. Bukan hanya lelah dikarenakan gejala sakit namun lelah yang berasal dari perasaan yang seolah tiba-tiba saja hadir; merasa tidak memberikan kontribusi yang baik terutama bagi ummat, merasa ini dan itu yang mulai negatif saja rasanya. Astaghfirullahal 'adziiim, takut itu hal yang manusiawi, bukan? Tapi nyatanya pada akhirnya bertambah besar saja rasa seperti itu h...