Dua
Ayat demi ayat ini berulang kami baca dan menjadi tema bahasan kami selama sekian tahun, setiap ba'da Maghrib di ruang tamu rumah. Iya, itu dulu saat anak-anak masih kecil dan berada di rumah .
Semuanya bersemangat tanpa kecuali. Aa Quthb yang passionate sekali dengan tafsir Al Qur'an, Aa Umar yang menyukai surat Al Baqarah, Teteh Aufa yang mencintai Al Qur'an, dan de Olin yang senang di ajak tadabbur Al Qur'an. Semua kenangan itu melintas lekat, bukan sekilas namun terasa seolah baru saja terjadi tapi nyatanya ruang tamu kini sepi.
Tak apa, itu sunnatullah kehidupan dan kami Ridha dengan ketentuan Allah. insyaAllah semua yang pernah berlaku akan menjadi bekal yang baik bagi anak-anak.. agar hati mereka tetap terpaut kepada Al Qur'an. Sejauh apapun mereka melangkah, Al Qur'an menjadi pedoman hidupnya, Ridha Allah yang dicari. Laa Haula Walaa quwwata illa Billah, sungguh Allah adalah sebaik-baik pelindung, semoga Allah melindungi mereka.
Al Qur'an adalah petunjuk. Itu sesuai firman Allah yang kita baca dalam Al Qur'an.
Hari ini masih bersama awal surah Al Baqarah, memang sengaja baca pelan karena ingin mentadabburinya. Sambil membaca mushaf, menyimak tilawahnya Syaikh Mishari Rasyid, lalu membuka tafsir Al Azhar, dan diam sejenak merenungkan maknanya.. tentu saya akan kesulitan bertanya kepada hati karena tidak memiliki ilmu yang cukup untuk menjadikan diri sebagai tempat bertanya, namun saya tetap bertanya tentang rasa yang bernaung di sana. Apa yang dirasakan saat membaca, menyimak dan mentadabburi Al Qur'an? Ada rasa yang sulit diungkapkan dalam kata, bahkan saat kang Wawan sudah duduk siap menyimak saya menguntai kata pun pada akhirnya saya hanya diam, "rasanya.. excited.. MasyaAllah sungguh maha baik Allah yang telah menurunkan Al Qur'an."
Apa yang dirasakan saat mendengarkan lagu ketika engkau menyukai lagu? Ya, ada beberapa jenis lagu yang saya sukai dan saya senang saat mendengarnya. Namun menyimak Al Qur'an tidak ada bandingannya, akan ada air mata yang tidak berhenti mengalir, ada detak jantung yang terasa jauh lebih tenang, ada lapang yang seolah tiba-tiba hadir, ada kerinduan panjang pada Rabb yang menciptakan, ada cinta yang meriuhkan harapan.
Balananjeur, 2 Oktober 2024
Komentar
Posting Komentar